This is our land!!!

Bendera Malaysia

Friday, April 8, 2011

Cara jutawan Jepun dalam membantu korban bencana gempa...


Kelebihan bangsa jepun bila kena bencana besar seperti tsunami atau gempa bumi menyebabkan waris dan mangsa bencana menjadi kaya,kerana org jepun terkenal dengan berbagai perlindungan insuran,semestinya insuran nyawa,rumah,kesihatan etc berbanding negara lain seperti acheh dan haiti contohnya menyebabkan mangsa menjadi papa kedana dan terus merana selama bertahun2...

Sudah dua minggu berlalu, sejak gempa dan tsunami menghancurkan Jepun, negara dengan ekonomi ketiga terbesar di dunia. Sektor ekonomi sudah pasti terganggu, termasuk pelaku bisnes di negeri itu. Bisnes mereka langsung terpuruk.

Tetapi seperti yang diberitakan Forbes, para billioner Jepun tetap bersemangat memberikan bantuan terhadap korban gempa dan tsunami.

Berikut ini adalah kumpulan konglomerat Jepun yang terkena bencana dan upaya mereka membantu untuk sesama.


Tadashi Yanai, kekayaan US$6,3 billion

Saham perusahaannya, Fast Retailing jatuh 20% setelah gempa bumi, dan mengurangi US$1,3 billion dari kekayaannya. Meskipun mengalami kerugian, ia secara peribadi memberikan US$12 juta yang tampaknya menjadi sumbangan perorangan terbesar bagi proses pemulihan Jepun. Group ritelnya telah mendermakan US$8,6 juta berupa pakaian kepada mangsa dan wang tunai US$5 juta. Pengusaha pakaian ini merancang mengumpulkan derma dalam kotak sumbangan pada 2200 perusahaan Uniqlo, Theory, dan toko lainnya di seluruh dunia. Tadashi Yanai dan keluarganya memiliki kekayaan US$7,6 billion. Di Jepun ia menjadi orang kedua terkaya versi majalah Forbes, sedangkan di dunia ia menempati tangga ke 122.


Masayoshi Son, kekayaan US$8,2 billion

Perusahaannya mencipta aplikasi iPhone yang memungkinkan pelanggan untuk memberikan derma. Ia juga memberikan 12 ribu handphone dengan liputan  terbatas untuk daerah yang terkena bencana. Handphone ini diberikan secara percuma untuk membantu lembaga, tokoh masyarakat dan keluarga korban. Ia juga menawarkan pesan darurat untuk smart phones. Beberapa  perusahaan Softbank tutup, terutama daerah timur laut. Ia merupakan orang terkaya di Jepun, dan untuk peringkat dunia CEO SoftBank itu menempati ranking 113 versi Forbes.


Yoshikazu Tanaka, kekayaan US$2,3 billion

Penyelenggara game mobile ini mengatur derma dengan cara membeli original avatar “Gree Volunteer” dengan 100 hingga 10 ribu emas (mata wang Gree). Perusahaan jejaring sosial ini akan menyumbangkan 1 yen untuk setiap pembelian emas. Pada saat gempa, Gree telah digunakan untuk menentukan keselamatan orang ramai.
“Kami akan membuat setiap usaha dan tidak membiarkan layanan berhenti berjalan. Kami akan terus melihat sumbangan yang boleh  kita buat” ujar Yoshikazu.
Lelaki berumur 34 ini menjadi orang terkaya di Jepun peringkat 14 dan urutan 540 orang kaya dunia.


Masatoshi Ito, kekayaan US$1,2 billion

Menurut juru bicara perusahaan, gangguan logistik dan penimbunan pelanggan merupakan halangan besar bagi syarikat gergasi. Sekitar 350 dari 13200 premis Seven Eleven tutup, paling banyak di timur laut. Beberapa premisnya iaitu Ito Yokado Supermarket.
Perusahaan ini juga menyediakan 30 ribu botol air mineral 2 liter, 1.000 kuih kering, 14 ton pisang, untuk Miyagi dan 1728 botol mineral ukuran 2 liter air untuk Fukushima melalui pengangkutan darat dan helikopter serta 10 ribu selimut dan 4800 kemasan beras (200 gram) untuk Miyagi dan Iwate, satu trak air untuk Miyagi, 4225 roti untuk Fukushima. Semua premisnya juga digunakan untuk penggalangan dana.
Lelaki berumur 86 itu menempati urutan 12 orang terkaya di Jepun dan menduduki peringkat 488 orang kaya dunia. Ia merupakan pengusaha Seven eleven yang mengoperasikan 7 Eleven, supermarket yang dilengkapi dengan restoran.


Kentaro Ogaa, kekayaan US$530 juta

Awalnya tiga ratus lebih premisnya, Zensho, yang menyediakan lebih dari 3000 mangkuk daging lembu ini tutup, bahkan satu di Kesennuma tidak boleh dijangkau. Team  recovery bencana datang ke lokasi tersebut untuk membantu menjaga restoran agar terus beroperasi. Zensho mematikan sebagian lampunya untuk menjimatkan tenaga. Ia menyediakan sup di Miyagi untuk 1600 orang lebih banyak dari yang direncanakan.


ihsan daripada PPIM

No comments: